Berita Utama

SMP N 1 BATURRADEN MENJADI SEKOLAH ADIWIYATA NASIONAL

Dilihat : 2858 Kali, Updated: Senin, 16 Januari 2017
SMP N 1 BATURRADEN MENJADI SEKOLAH ADIWIYATA NASIONAL

SMP N 1 BATURRADEN MENJADI SEKOLAH ADIWIYATA NASIONAL

 

SMP Negeri 1 Baturraden, menjadi Sekolah Adiwiyata Nasional dan Juara I Lomba Sekolah Sehat Tingkat Kabupaten Banyumas. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sekolah Herry Nuryanto Widodo pada tasyakuran sekolah, Sabtu (14/1) di Aula Sekolah.

 

“Acara tasyakuran sederhana, dan apel  pagi dilakukan sebagai wujud syukur dan memperlihatkan penghargaan kepada warga sekolah, komite, perwakilan orang tua dan Alumni, bahwa kerja keras mereka telah membuahkan hasil,” kata Herry.

 

Menurut Herry untuk penyerahan penghargaan sebenarnya sudah dilaksanakan pada bulan Desember lalu di Kementrian Lingkungan Hidup Jakarta, namun pihaknya baru dapat menyampaikan kepada Keluarga Besar SMP Negeri 1 Baturraden. Herry menambahkan, untuk menjadi Sekolah Adiwiyata, pihaknya membutuhkan Superteam, yang melibatkan semua warga sekolah, baik guru, karyawan dan siswa, juga keterlibatan komite, orang tua murid dan Alumni. Semua mempunyai tanggungjawab, Guru dan karyawan menjadi anggota Tim, sedangkan siswa menjadi satgas Adiwiyata.

 

Untuk memotivasi siswa agar ruang kelas dan sekitarnya selalu terjaga bersih, setiap depan sekolah diberi tanda bendera, bendera hijau berarti ruang kelas bersih, bendera kuning berarti ruang bersih tetapi masih ada kelengkapan yang kurang, dan bendera merah berarti ruang kelas masih belum bersih.

 

“Satgas Adiwiyata dari unsur siswa mempunyai tugas, mengawasi kebersihan lingkungan, sesuai dengan lokasi pengawasan yang telah ditentukan. Setiap hari member laporan kepada Tim, dan Tim yang akan memberi penilaian terhadap ruang kelas tersebut,” tambah Herry

 

Siap mengikuti LSS Tingkat Propinsi

 

Setelah menjadi Sekolah Adiwiyata Nasional, sekolah terus berbenah. Karena dibulan yang sama sekolah juga menjadi Juara I Lomba Sekolah Sehat Tingkat Kabupaten sehingga berhak mewakili Banyumas pada lomba yang sama di tingkat provinsi. “Kriteria penilaian lebih detail, karena keterlibatan lingkungan ikut menjadi salah satu penilaian, misalnya penjual makanan dan masyarakat sekitar sekolah,” tambah Herry.

 

Herry merasa bangga bahwa semua komponen telah mendukung, salah satunya adalah kebijakan sekolah dengan pengurangan penggunaan plastik, makanan tanpa pewarna dan perasa sudah dapat dilaksanakan oleh penjual kantin dan warga sekolah.

 

Ketua Komite, Parsito menyambut baik prestasi yang diraih oleh sekolah, baik Sekolah Adiwiyata maupun Lomba Sekolah Sehat. “Prestasi adalah kebanggaan, dan menjadi kebanggaan bersama, baik guru, karyawan, siswa termasuk komite dan Alumni. Dan akan menjadi kenangan tersendiri bagi para pelaku dikemudian hari, semoga prestasi ini membangkitan motivasi dalam prestasi di bidang Akademik,” harap Parsito.

 

Triana Dilaosa salah seorang siswa mengaku bangga, menjadi bagian dari prestasi sekolahnya. “Kami bersama teman-teman, selama ini harus membagi waktu antara pelajaran dan kebersihan, Alhamdulillah semua berjalan bersama, dan semoga dalam Ujian nanti kami juga sukses,” katanya

 

 

Keterangan Gambar : Kepala Sekolah Herry Nuryanto Wiwodo didampingi Ketua Tim Adiwiyata Ursin, menunjukan Piagam Penhargaan Sekolah Adiwiyata Nasional dan Piala Sekolah Sehat kepada Satgas, Komite dan Perwakilan Orang Tua

Komentar